Menjadi virus.

Wednesday, January 22, 2014

Selama ini sering saya berpikir, apa sih gunanya orang pintar dan baik di dunia ini?
Selama saya berpikir tersebut, saya pun dengan segera menjawab pertanyaan itu.
Ya, tanya sendiri, jawab sendiri.

Apa gunanya orang pintar dan baik di dunia ini?
Untuk memperbaiki segala yang salah dan kurang di dunia.
Untuk menyembuhkan penyakit yang ada di dunia.
Menjadi obat.

Itulah jawaban saya selama ini.
Bahwa orang pintar dan baik ada untuk memperbaiki.
Untuk menyelamatkan.
Untuk mengubah ke arah yang lebih baik.
Untuk menumpas kebodohan, kejahatan, dan segala keburukan.
Itulah jawaban saya.

But, maybe i'm wrong? Maybe we are wrong?


Akhir-akhir ini, hal ini kembali merecoki pikiran saya. Dan saya kembali bertanya.
Benarkah orang pintar (dan baik) itu seharusnya menjadi obat?
Lalu, kenapa semua keburukan dan kebodohan dan kejahatan itu tidak habis-habis meskipun sudah diobati?
Apa obatnya yang terlalu sedikit? Artinya orang2nya masih kurang banyak.
Apa dosisnya kurang? Artinya orang2nya masih kurang pintar dan kurang baik.

Tapi kemudian terpikir sebuah jawaban lagi.
Mungkin, seharusnya orang pintar dan orang baik bukan berperan sebagai obat.
Tapi justru sebagai penyakit. Sebagai VIRUS MENULAARRRR~


Kenapa???
Karena ternyata, menjadi pintar sendiri, menjadi baik sendiri, itu tidaklah cukup untuk menyelamatkan dunia.
Hahahaha!
Apa sih yang bisa kita lakukan sendirian untuk menghadapi dunia ini?
Nothing meeen!

Jadi orang baik dan pinter itu, kalo cuma sendiri mah kaga ada ngaruhnya.
Iya kalo orang-orang di sekitar kita juga sadar untuk menjadi baik dan pintar.
Kalo nggak?
Ya wassalam. Mimpi membuat dunia jadi lebih baik ya tinggal mimpi aja.
(Nah ini! Kalo mimpi mah bisa sendirian ya, nggak perlu ajak2 orang)

Ini kenapa sih ngebahas tentang penyelamatan dunia?
Hahaha... sebenernya bukan mau nyelamatin dunia sih. Yang terdekat dulu aja sebenernya.
Negara sendiri.
Yoyoy, Indonesia.
Negara yang katanya kaya akan sumber daya alam.
Negara yang katanya apapun bisa tumbuh saking suburnya.
Negara yang katanya kaya akan seni dan budaya.
Negara yang katanya ikan dan terumbu karangnya unyu-unyu.
Negara yang (juga) katanya kacau dan amburadul.
Negara yang (juga) katanya pemerintahannya bobrok.
Negara yang (juga) katanya sarangnya koruptor.
Lalalalalalala~ yap, Indonesia.

Sekarang gini, anggaplah memang negara kita ini sedemikian bobroknya.
Lalu, harus gimana dong?

YA KITA HARUS MENJADI PEMUDA YANG BISA MERUBAH NASIB NEGARA DAN BANGSA INI UNTUK BENAR-BENAR MERDEKA!!!

Ah. Bacot. Bacot aja semua.
Ngemeng dan ngomong itu gampang broooo. Realisasinya manaaaaa???
Hahahaha. Basi ah.

Ngomong kayak begini mah, bukan kita doang kok yang pernah ngomong.
Orang2 yang (katanya) korupsi itu, pas muda-muda dan caem-caem dulu juga kayaknya berpikiran yang sama deh.

"Ingin merubah nasib bangsa ke arah yang lebih baik, menumpas kejahatan dan menegakkan keadilan."

Tapi setelah mereka sudah di atas, nah si penyakit itu mulai menular ke mereka. Penyakit kebodohan dan kebusukan hati. Sekarang, peran kita memang masih sebagai pemuda yang teriak2 berjuang menegakkan kebenaran. Kalo nanti sudah saatnya negara ini berada di tangan kita, YAKIIIIN kalau kita bakal kebal terhadap virus kebodohan dan kebusukan hati itu??? Serius bisa tahan banting? Serius bisa? Nggak perlu dijawab sekarang lah, dosa kalo sekarang jawab "BISA!" tapi nanti2 kena virusnya juga. Hahaha :p

Trus akuh harus gimanah? Kitah harus gimanaaah??


Jangan menjadi obat.
Jadilah virus penyakit.
Bawa virus kepintaran dan kebaikan itu ke sekitar kita.

Apa ya, intinya pertama-tama tentu saja menjadi pribadi yang baik dan pintar dulu. Ingat2 peran kita sebagai pemuda bahwa kita adalah agent of change. Jangan cuma diinget pas ospek atuh. Agent of change itu amanah, bukan cuma wacana pas ospek.

TRUS?
Trus, kalo ngerasa udah pinter dan baik, JADILAH VIRUS.
Tularkan, sebarkan, jangkiti orang2 di sekitar kita dengan kepintaran dan kebaikan.
Jangan cuma mikirin diri sendiri, gitu lho.
Mentang2 sudah pinter, sudah kece, kerja di perusahaan yang juga kece badai dengan gaji aduhai, trus kita nggak peduli bahwa orang lain masih berkekurangan.

Yang kayak begitu, adalah orang pinter yang useless.
Bahkan kalo orang pinter macam ini mati atau pergi, nggak ada ruginya buat dunia.
Ya tho?

Oh bisa jadi juga sih, ada orang pinter DAN baik. Dia mau mengabdi untuk kemajuan negara dan bangsanya, untuk peradaban, untuk negeri tercinta. Yes, you are a hero then.
Tapi ketika dia mati. Ketika dia pergi. Semua perubahan yang dia lakukan akan sia-sia belaka. Semua akan kembali ke titik nol.
Useless? Yup, kind of.

Lain cerita kalau pintar, berhati mulia, dan mau MENDUPLIKASI kepintaran dan kebaikan itu ke individu lainnya. Bagaikan virus. Lalu si terjangkit itu, menjangkiti orang lainnya juga. Dan seterusnya dan seterusnya.

Contoh nyatanya gimana sih untuk jadi virus itu?
  • Kalau kamu punya jiwa bisnis dan tertarik di dunia wirausaha, ciptakan sebuah usaha yang bisa memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dan tolong ciptakan sebuah usaha yang bisa mengedepankan aspek 100% Indonesia. Ayolah, bahan baku dan sumber daya bertebaran, seni dan budaya melimpah ruah, apa susahnya kalo bikin usaha mbok ya yang mengedepankan ke-Indonesia-an kita? Kreatif dong! Jangan malah jadi reseller barang2 impor. -_-
    Trus juga jangan pelit berbagi tips dan info bisnis. Pintarkan masyarakat! Beri mereka wawasan dan kemauan untuk memulai industrinya sendiri juga. Pasti Indonesia bakal yahud nantinya.
  • Kalau kamu punya ketertarikan di bidang pendidikan, KEREN GILA. Buruan singsingkan lengan bajumu, terjunlah dan tolong pendidikan Indonesia dengan cara apapun yang kamu bisa. Kamu punya waktu dan tenaga? Coba ikut program mengajar ke pelosok Indonesia. Keberadaanmu dan sharing2 dari kamu akan sangat bermanfaat dalam menyiapkan tangan2 yang akan membenahi negeri ini nanti. (Percuma kalo cuma generasi kita yang mencoba membenahi negara. Butuh beberapa generasi untuk mengubah bangsa ke arah yang lebih baik dengan efek permanen. Nggak cukup cuma dengan 1-2 generasi.)
    Gapunya waktu dan tenaga? Etapi punya gaji doooong hasil kerja di perusahaan oke? Nggak ada salahnya menyumbangkan sekian persen gaji aduhaimu itu untuk membantu biaya sekolah anak-anak yang kurang mampu. Ada program "Kakak Asuh" atau "Orangtua Asuh" dimana-mana. Cari yang terpercaya, dan join. Nggak akan bikin jatuh miskin kok, nolong sesama itu. Dan inget, dalam rejeki yang kita terima, ada hak orang lain di dalamnya. Wajib dikeluarkan supaya rejeki yang kita terima itu berkah. :)
    Gapunya waktu, gapunya duit, gapunya tenaga? Masih bisa! Waktu senggang itu pasti ada. Nggak mungkin 24/7 kita nggak punya waktu sedikitpun. Gunakan waktu senggang untuk berkirim surat dan memotivasi anak2 di ujung negeri, misalnya. Atau untuk membuat program pinjam-meminjam buku bacaan dan nanti bisa juga sekalian berbagi ilmu sambil membaca bareng dengan anak2 di lingkungan tempat tinggal... Yang penting berbagi, tanamkan impian yang baik2 yang kamu punya pada mereka. Tularkan.*waktu senggang jangan dipake main game atau baca komik mulu coy!
  • Kalau kamu arsitek/desainer/planner yang punya mimpi untuk Indonesia namun apa daya masih terkungkung dalam konsultan kecil2an demi mengisi perut, tenang. Akan ada saatnya, ketika kamu bisa mewujudkan mimpi2 untuk Indonesia itu. TAPI, mimpi akan tinggal mimpi kalo nggak direalisasikan. Maka kumpulkanlah dari sekarang, orang2 yang seide. Kumpulkan, gathering, lalu cetuskan sesuatu. Sesuatu yang akan mengubah negeri ini nanti. Keluarkan solusi dari semua masalah di negeri ini. Libatkan masyarakat, edukasi juga masyarakat. Misal, ingin Jakarta bebas banjir di masa depan? Berkumpullah, beri solusi, edukasi masyarakat mengenai hal itu. Jangan cuma menghujat2 pemerintah di social media. Itu bukan solusi men!
  • Kalau kamu punya ketertarikan di bidang kepenulisan, TULIS! Tulis tentang Indonesia. Tulis tentang hal-hal positif. Sebarkan. Edukasi masyarakat kita melalui tulisanmu. Bahkan akan lebih baik kiranya kalau kamu bisa menulis untuk anak-anak. Karna apa? Karna dengan mengedukasi anak-anak dengan kata-kata indahmu, membangun mimpi mereka, akan menjadikan mereka tombak perubahan nantinya. (Ya, hal yang sama yang dikatakan orang2 dari dulu kepada kita)
    Pemuda jaman sekarang emang sih, suka nulis tentang Indonesia. Tapi sayangnya mereka suka nulis dan nge-share hal-hal yang (sepertinya terlihat) intelek, berupa cacian dan hujatan terhadap pemerintah dan menyebarkan berita-berita buruk tentang pemimpin2 negara. Okelah kalopun para pemimpin kita emang bejat, tapi haruskah kita jadi bejat juga dengan nyebarin hal itu, yang bakal bikin orang yang nggak ngerti permasalahan dari akarnya bakal ikut2 menjadi bejat juga dengan ikut nge-share? PLEASE man, if you are educated enough, please be smart enough by not sharing those shits. Karna dengan melakukan itu, kita sudah sukses ikut serta menjadi virus kebodohan dan kebusukan. Dan satu lagi, kita berarti juga sukses menjadi korban media. Haha. Congrats!

Oke cukup. 
Saya cuma bisa menulis contohnya, dan nggak mungkin juga semua profesi saya tuliskan disini. Toh saya nggak mengerti semua bidang keprofesian. Tapi intinya adalah bergerak. Bergerak bukan hanya sebagai obat. Tetapi bergerak bagaikan virus. Virus yang baik dan pintar.
Apapun yang kita lakukan, bidang apapun profesi kita, tetapkan tujuan bahwa ini kita lakukan bukan untuk memperkaya diri sendiri. Karna kalo dari sekarang kita bertujuan untuk memperkaya diri sendiri, nanti-nanti kita juga bakal rawan tertular kebusukan pas megang negeri ini. Kenapa? Ya iya, kan desahan hati terdalam adalah buat memperkaya diri dulu. Huhu~

Yuk kita berbenah dan bergerak yuk, kawan-kawan seperjuangan! :)

Happy Wedding, Ni Reisha dan Da Evan

Tuesday, January 14, 2014


Happy Wedding Ni Reisha dan Da Evan...
Semoga bahagia selalu.

Ah inilah kan... pintar + pintar, jadinya bakal super pintar dong ntar anak-anaknya :)
Semoga bisa menyumbangkan generasi yang berkualitas untuk negeri kita Uni dan Udaaaa ^_^

#wedding gift #portrait sketch
Blog contents © Perempuan Bermata Jumbo 2010. Blogger Theme by Nymphont.