Petir. Hujan. Badai.

Tuesday, October 14, 2014

Saya tidak suka petir. Juga hujan badai. Apalagi yang disertai angin kencang. Entah kenapa. Hmmm... dulu sih, saya bilangnya entah kenapa. Dulu sih, saya bilangnya karna petir itu seram. Ya memang seram kan? Hehe. Tapi, alasan lain yang membuat saya nelangsa setiap ada hujan badai dan petir yang menggelegar adalah, karna pada saat-saat seperti itulah, saya merasa sangat sendiri di dunia ini. Di sekeliling saya tidak ada siapa-siapa. Dan saya tidak bisa mendengar suara apa-apa selain hujan deras, petir, juga angin yang menerpa pohon-pohon sampai bergoyang. Kalau sudah parah, biasanya saya akan berkelumun di suatu sudut, lalu menangis diam-diam dalam takut.

Merasa sendirian, hopeless, tidak punya siapa-siapa. Dan suara alam yang menggelegar itu sangat menakutkan. Itulah saat-saat saya menyadari, damn i'm all alone. Dan itu sangat menyebalkan. Dan menakutkan. Ah, menyebalkan deh, pokoknya. Kalau saat hujan badai/petir itu saya sedang bersama teman, atau keluarga, atau siapalah, ketakutan itu sedikit mereda. Lega. Wkwk. Aneh sih. Tapi ya gitu.

Saya pingin kirim doa deh rasanya sama Tuhan. Minta dikirimkan teman untuk setiap hujan badai dan petir menggelegar yang akan datang. Untuk saya pegang ujung bajunya erat-erat. Memastikan kalau saya tidak sendirian. Saya sudah minta sebenarnya, tapi belum didengar-dengar. Mungkin saya mintanya terlalu pelan. Jadi kurang kedengeran.

P.S:
But no worries. Kalau tidak hujan badai/petir, saya anak yang sangat jago dan berani. Yiha!
Blog contents © Perempuan Bermata Jumbo 2010. Blogger Theme by Nymphont.