Manajemen Perubahan

Monday, September 2, 2013

Beberapa bulan lalu saya ikut sebuah training. Temanya adalah Manajemen Perubahan. Pemberi materinya adalah Mbak Nurtria Meiradiani, yang berprofesi sebagai Human Resources Director di perusahaan H&M Indonesia. Isi trainingnya cukup menarik dan membuat saya berpikir dua kali kalo lagi menghadapi perubahan.
Perubahan itu pasti terjadi. Pada siapapun, kapanpun, dimanapun. Perubahan itu pasti. Karena hidup itu dinamis, selalu bergerak. Dan kondisi kehidupan tidak akan selalu sama dari waktu ke waktu. Maka untuk menyesuaikan, pasti akan muncul suatu perubahan.

Masalahnya, banyak dari kita yang gabisa me-manage bagaimana caranya kita menghadapi perubahan tersebut. Banyaaaaak banget orang yang ketika dihadapkan dengan suatu perubahan, bakal langsung defense terhadap perubahan tersebut. Dan ternyata itu adalah hal yang wajar. Karena perubahan itu, memang begitulah prosesnya.

Dalam suatu perubahan, ada beberapa fase yang terjadi sampai akhirnya perubahan itu melebur dan diterima. Pada awalnya, perubahan itu akan ditolak. Manusia akan menolak adanya perubahan. Kenapa? Karena perubahan itu butuh pengorbanan. Mengorbankan apa yang sudah dirasakan nyaman pada saat ini, lalu susah payah memulai dan mengusahakan dari awal, susah payah beradaptasi, dan lain-lain. Kadang perubahan juga dirasakan sebagai suatu kerugian untuk kepentingan pribadi.

Lambat laun, ketika tidak ada yang dapat dilakukan untuk menolak perubahan dan nyatanya perubahan itu terus terjadi, yang bisa dilakukan manusia adalah mencoba beradaptasi. Terpaksa. Ya, awalnya terpaksa. Namun lama-kelamaan proses adaptasi itu akan menjadi mudah. Manusia akan terbiasa dengan sistem baru tersebut dan akhirnya perubahan itu akan menjadi sesuatu yang dapat mereka terima. Ketika mereka sudah menerima perubahan itu, barulah mereka mulai menyukai. Barulah mereka mulai menyadari apa hikmah di balik perubahan.

Begitu seterusnya. :)

Saya sendiri adalah orang yang nggak gampang ikut-ikutan. Ketika ada perubahan dan orang-orang protes sana sini, saya cenderung memikirkan nilai di balik perubahan tersebut. Apa untungnya, apa ruginya, dan kenapa perubahan itu terjadi. Ketika saya sudah memahami hal tersebut, pada akhir pemikiran itu saya bakal bisa menyimpulkan; Ya. Biarlah perubahan ini terjadi. Mudah-mudahan hasilnya baik. Hmmm, saya harus menyesuaikan nih. Harus mengubah sistem saya supaya bisa sesuai dengan perubahan tersebut. 

Yah, saya biasanya lebih fokus sama hal positif dari suatu hal ketimbang harus koar-koar protes mengenai hal negatif... wkwkwk... Soalnya saya percaya sama yang namanya law of attraction. Semakin hal buruk ditentang dan dipikirkan, apalagi diprotes sepenuh hati, semakin hal buruk itu terjadi. Kenapa kita nggak mengambil hikmahnya aja, dan fokus pada kebaikan yang ada di dalamnya? Supaya hal-hal baik itu meng-attract hal-hal baik lainnya dan pada akhirnya, ia akan menjadi sesuatu yang baik.

Satu lagi hal yang saya simpulkan, untuk membuat perubahan itu efektif, butuh kerjasama antar individu. Saling bahu membahu, bantu membantu, saling menopang. Karena melakukan perubahan ke arah yang lebih baik itu memang suliiiiiiiiiiiiit sekali. Tapi ya kayak kata pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. :)

0 comments:

Post a Comment

Blog contents © Perempuan Bermata Jumbo 2010. Blogger Theme by Nymphont.